Showing posts with label Nasihat. Show all posts
Showing posts with label Nasihat. Show all posts

Thursday, January 31, 2019

Sumpah Dokter

Demi Allah Saya bersumpah

Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan peri kemanusiaan.

Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan saya.

Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran.

Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan dan keilmuan saya sebagai dokter.

Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan pasien.

Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik Kepartaian, atau Kedudukan Sosial, dalam menunaikan kewajiban saya terhadap penderita.

Saya akan memberikan kepada Guru-Guru saya, Penghormatan dan Pernyataan Terima Kasih yang selayaknya.

Saya akan memperlakukan Teman Sejawat saya sebagai saudara sekandung.

Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan.

Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan Kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan Hukum Perikemanusiaan, sekalipun saya diancam.

Saya ikrarkan Sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.
                                     Semarang, 24 Januari 2019

Hari itu, kami ber-175 orang bersumpah di hadapan Allah disaksikan oleh guru-guru dan orang tua kami. Itulah janji kami untuk pasien-pasien kami kelak.
Hari itu, bertambah lagi amanah kami. Amanah yang tentunya bukan main-main. Amanah yang akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak.
Ya Allah mampukanlah.
Ya Allah mudahkanlah.
Ya Allah jangan jadikan diri kami sombong atas ilmu dan gelar kami.
Karena kami tahu ini hanyalah titipan-Mu.
Bantulah kami Ya Allah agar kami bisa mengemban amanah ini, menjaga titipan-Mu ini.

Monday, January 21, 2019

Merepotkan dan Direpotkan

Pernah ada yang bilang, salah satu tanda persahabatan tingkat tinggi itu "mau direpotkan dan tidak sungkan untuk merepotkan."

Beberapa waktu yang lalu, saya betul-betul menyaksikannya. Persahabatan antara dua orang laki-laki yang sudah berusia kepala 5 yang dulunya sahabat saat mahasiswa. Satunya tak sungkan-sungkan untuk meminta bantuan (yang menurut saya itu merepotkan), yang satunya lagi menerima saja tanpa merasa direpotkan. Luar biasa memang Papa dan sahabatnya itu. Masya Allah.

Semoga kelak kita dan sahabat-sahabat kita bisa seperti itu ya :")

Tuesday, May 23, 2017

Dengan Cara Yang Baik

Islam berasal dari kata "as-silmu" yang berarti perdamaian. Ya, Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian bukan permusuhan.

Sedangkan dakwah berasal dari kata "da'a-yad'u-da'watan" yang berarti mengajak atau menyeru.

Allah SWT berfirman:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ  وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ  ؕ  اِنَّ  رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
(QS. An-Nahl: 125)

Allah saja sudah menjelaskan untuk mengajak dengan cara yang baik, dengan pengajaran yang baik, dan dengan hikmah.

Jadi intinya, karena manusia itu beragam sifat dan karakternya, maka cara menasihatinya juga berbeda-beda. Jangan langsung menjudge dan menyalahkan. Karena Yang Maha Membolak-balikkan Hati adalah Allah dan Yang Maha Pemberi Hidayah juga Allah :")

#selfreminder

Saturday, November 26, 2016

Tulisan

Percaya nggak percaya, di era digital seperti sekarang ini, kadang tulisan itu lebih "tajam" daripada lisan. Kenapa? Karena tulisan (kadang) punya makna ambigu, mengandung banyak persepsi, bisa membolak-balikkan pikiran orang, bahkan bisa menyinggung ataupun menyakiti hati orang (tanpa kita sadari). Walaupun si penulis nggak bermaksud seperti itu.

Itulah kenapa, di kalangan jurnalis selalu ada pepatah, "pena lebih tajam daripada pedang".

Jadi, Sarah mohon maaf kalau selama ini (mungkin) ada tulisan yang kurang berkenan. Sarah itu orangnya mudah lupa, makanya ditulis untuk mengingatkan diri sendiri. Kalau pas lagi khilaf dan berbuat salah, baca-baca lagi tulisan sendiri, eh... jadinya sadar lagi deh hehe.

Sunday, October 23, 2016

Awal Perjalanan Berikutnya

Dulu, empat tahun yang lalu, aku hampir putus asa karena tidak diterima di kampus yang diinginkan melalui jalur undangan (sekarang SNMPTN).

Dulu, empat tahun yang lalu, aku benar-benar kecewa tidak bisa datang mengikuti tes SBMPTN.

Dulu, empat tahun yang lalu, tak pernah sama sekali terpikirkan olehku, bahwa aku dapat menempuh studi di kampus ini.

Aku sedih, kecewa, dan marah waktu itu. Mengapa harus sesulit ini jalan yang kutempuh?

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
(Q.S. Al-Baqarah : 286)

***

Alhamdulillah, akhirnya Allah menjawab doaku. Ramadhan empat tahun yang lalu, aku dinyatakan lolos seleksi melalui jalur PSSB di kampus yang sebelumnya tak pernah terpikirkan olehku. Ternyata Allah punya rencana lain yang lebih indah, dan tak disangka-sangka.

"Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(Q.S. Al-Baqarah: 216)

***

Alhamdulillah, dua hari lagi menjelang wisuda, satu tahap sudah terlewati. Masih ada tahap-tahap selanjutnya. Ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan berikutnya. Perjuangan belum usai. Di depan, akan lebih banyak ujian yang harus dihadapi.

"Man saara 'alad-darby washala."
(Barangsiapa berjalan pada jalannya, maka sampailah ia).



Thursday, October 20, 2016

Kereta Kehidupan

Hidup ini seperti perjalanan menaiki kereta api.

Setiap kereta berhenti di stasiun, maka ada penumpang yang naik, ada penumpang yang turun. Ada juga penumpang yang tetap tinggal karena berhenti di stasiun akhir yang sama. Penumpang-penumpang yang kita temui tadi, kadang mengajak kita mengobrol, bercerita entah tentang kehidupannya atau keluarganya, atau sekedar obrolan ringan bertegur sapa untuk menghilangkan bosan dan kantuk selama perjalanan.

Hidup kita juga begitu. Setiap fase kehidupan, ada orang yang datang, ada orang yang pergi. Ada juga yang tetap tinggal bersama kita karena mempunyai tujuan yang sama. Mereka yang kita temui di tiap fase kehidupan mengajarkan banyak hal kepada kita. Tinggal kitanya mau atau tidak untuk mengambil hikmah dari setiap pembelajaran dari orang-orang yang kita temui.

Oh iya jangan lupa, nanti kita semua akan berjumpa lagi di stasiun akhir(at)! :)

Tuesday, October 18, 2016

Iman dan Akhlak

"Akhlak itu pancaran dari iman." -Mbak R-
Kalau orang beriman, insya Allah akhlaknya juga akan baik. Tercermin dari tingkah laku, ucapan, dan perbuatan dia sehari-hari (di dunia nyata, bukan maya hehe).

Lalu, kalau orang yang akhlaknya baik sudah pasti beriman belum? Belum tentu.
"Banyak yang akhlaknya baik, tapi belum tentu dia beriman." -Mbak F-

Nah tapi, kalau orang yang akhlaknya buruk (dari segi tingkah laku, ucapan, maupun perbuatan) perlu dipertanyakan lagi keimanannya.

Ingat kan definisi iman atau percaya? Diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan dilakukan dengan perbuatan :)

Semoga kita termasuk orang yang disebutkan di paragraf pertama ya! Aamiin. :)
Tulisan ini untuk mengingatkan diri sendiri.

Wednesday, October 12, 2016

Jangan Mempersulit Orang Lain

Dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa menyelesaikan urusan seorang mukmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan barangsiapa memudahkan orang yang sedang kesulitan, niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan tutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke surga. Suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah lalu membaca Kitab Allah dan saling mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat. Mereka dikelilingi malaikat dan Allah sebut-sebut mereka di hadapan makhluk di sisi-Nya. Dan barangsiapa lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya."

Dalam keseharian kita, pasti pernah kan mengalami kesulitan? Zaman sekarang ini, urusan yang sebenarnya simple bin gampang, kadang jadi dipersulit, padahal kita sudah mengikuti alur atau peraturan yang dibuat. Entah di bagian mananya hal tersebut menjadi rumit sekali.

Semoga kelak semakin banyak orang-orang yang paham dan menerapkan nasihat ini:
Kalau urusan kita ingin dipermudah, maka permudahkanlah juga urusan orang lain. Kalau kita ingin ditolong, maka tolonglah juga orang lain. Dengan catatan selama dalam urusan atau koridor kebaikan.

Saturday, October 8, 2016

Apa Sebenarnya Bahagia Itu?

Apa sebenarnya bahagia itu?
Punya banyak uang? Tinggal di rumah mewah? Punya mobil mewah? Punya pekerjaan yang mapan? Punya jabatan/pangkat yang tinggi? Punya banyak waktu luang? Punya wajah rupawan? Punya banyak teman? Terkenal? Dielu-elukan banyak orang?

Lalu, kalau semua jawaban pertanyaan di atas YA, mengapa sampai saat ini banyak orang kaya yang tetap tidak bahagia? Mengapa banyak dari mereka yang punya pekerjaan mapan, jabatan/pangkat tinggi tetap tidak bahagia? Mengapa banyak orang yang punya waktu luang, terbuang percuma dan tetap tidak bahagia? Mengapa artis-artis yang punya wajah rupawan, banyak teman, terkenal, dielu-elukan banyak orang tetap tidak bahagia?

Jawabannya adalah karena kurangnya rasa syukur. Cobalah lihat kakek-nenek atau buyut-buyut kita zaman dahulu. Mereka tinggal di desa, rumah yang sederhana, dengan pekerjaan yang sederhana (petani, pedagang, guru, dsb) dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kemana-mana hanya jalan kaki, naik angkutan umum, atau bersepeda. Tidak ada salon atau tempat perawatan untuk menyulap diri menjadi rupawan. Tidak ada peralatan serba canggih seperti sekarang: mesin cuci, handphone, laptop, kulkas, dsb sehingga mereka semua mengerjakannya secara manual dan membuat mereka harus bangun lebih pagi agar tidak terlambat memulai aktifitas. Tetapi, mereka tetap bahagia. Senyum selalu mengembang di wajah mereka, bahkan bisa tertawa lepas.

Bahagia adalah apapun dan bagaimanapun keadaanmu, kamu tetap bersyukur, sehingga hatimu lapang dan menerima apapun dan bagaimanapun keadaanmu. Seperti yang telah Allah jelaskan dalam firmannya:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ  لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
[QS. Ibrahim: Ayat 7]

Begitulah, seperti janji Allah, apabila kita bersyukur niscaya Allah akan menambahkan nikmat-Nya, hati kita terasa lapang sehingga kita selalu merasa bahagia. Sebaliknya, jika kita mengingkari nikmat Allah (tidak bersyukur), maka hati kita selalu terasa sempit dan membuat kita tidak bahagia. Dan jangan sampai karena kita tidak bersyukur akan nikmat Allah, membuat Allah murka dan menurunkan azab-Nya yang sangat pedih. Naudzubillah.

Sunday, August 17, 2014

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Bolehkah saya menceritakan kisah seorang guru kelas 1 Sekolah Dasar, tepatnya di sebuah sekolah swasta di kota Palembang? Pak Yamin. Begitulah rekan-rekan guru, anak murid, serta wali murid kerap menyapanya. Sosok yang sederhana, betul-betul sederhana. Berangkat mengajar pun beliau selalu naik angkutan umum, saya tahu rumahnya cukup jauh dari sekolah itu, kira-kira 45 menit barulah beliau sampai. Pakaiannya pun sederhana, namun tetap rapi dan bersahaja. Kacamata dengan frame kotak besar, rambut disisir belah pinggir, serta pulpen yang selalu terselip di saku bajunya, itulah yang menjadi ciri khas Pak Yamin. Senyum selalu mengembang di wajahnya yang ramah dan meneduhkan, membuat tentram hati orang-orang yang melihatnya. Metode mengajarnya yang unik, membuat murid cepat pintar membaca dan menjadi tangkas dalam berhitung.

Wednesday, August 13, 2014

Selamat Ulang Tahun, Indonesia

Kalau dianalogikan dengan manusia, saat ini di usianya yang semakin lanjut; 69 tahun, mungkin dia sudah mempunyai banyak cucu. Ya, negara kita, ibu pertiwi kita, tanah tumpah darah kita, Indonesia kini sudah tua.

Alangkah banyaknya sejarah yang sudah tertoreh di negeri ini, banyak pula darah para pahlawan yang tumpah di tanah ini demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari tangan para penjajah, yang saat ini sepertinya sudah berhubungan sangat baik dengan kita. Sebut saja Belanda, tak sedikit putra-putri bangsa yang cerdas mendapatkan beasiswa untuk menuntut ilmu di negeri kincir angin tersebut. Berikutnya ada Jepang, yang semakin gencar mengekspor produk-produk buatan negerinya yang tentu saja saat ini sudah akrab dengan masyarakat kita, mulai dari elektronik, alat tulis, film, fashion, hingga makanan. Bukan tak banyak putra-putri bangsa yang kini gemar mencicipi kuliner khas negeri sakura tersebut. Ya, sushi kini tersedia di mana-mana, dari Indonesia bagian barat hingga ke timur.

Sunday, August 3, 2014

Pelajaran Berharga

Dengan perasaan yang sudah agak tenang, saya akan membagikan pelajaran berharga yang saya dapat hari ini. Ya, tepat di hari ini, 3 Agustus 2014 Allah kembali memberi peringatan betapa pentingnya berhati-hati.

Pukul 6.00 WIB dari stasiun Surabaya Pasar Turi, kereta api ekonomi Maharani yang saya tumpangi kembali membawa saya menuju kota perantauan tempat saya menimba ilmu, Semarang. Sepertinya hari ini sampai malam nanti akan menjadi puncak arus balik, karena Senin esok orang-orang mulai beraktivitas. Penumpang kereta api cukup ramai, mulai dari yang pergi rombongan hingga yang sendirian. Tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan semuanya ada. Paling hanya dua-tiga bangku yang kosong, yang kemudian dimanfaatkan oleh penumpang untuk menaruh barang bawaannya. Tanpa sengaja, untuk kedua kalinya saya kembali satu kereta dengan Fathia, teman saya. Sebelumnya, saat berangkat dari Semarang menuju Surabaya kami juga satu kereta.

Sunday, December 22, 2013

Pemahaman yang Baik

Assalammu'alaikum Wr.Wb. sahabat blogger! :)
Wah, di Minggu pagi (hampir siang) dg cuaca mendung gini, bingung mau ngapain..
Akhirnya, aku sempatkan waktu utk ngeblog aja deh hehe :3

Hmm... cuma teringat akan do'a ayahku yg selalu beliau lontarkan jika aku mohon do'a (terutama di musim ujian ehehehe :3) Dilihat sekilas memang tampaknya do'a yg biasa, seperti diucapkan oleh orang tua kepada anaknya. Tapi, pada kata terakhir di kalimat do'a tsb, ada sesuatu yg beda. Begini.
"Iya Nak, Papa do'kan semoga selalu sehat di sana, selalu dalam lindungan Allah, kuliah lancar, ujiannya dilancarkan serta Allah memberikan pemahaman yg baik kepadamu."

Ujian Oh Ujian...

Assalammu'alaikum Wr.Wb.
Hai, sahabat blogger :) aku sudah selesai ujian Pre-Semester nih dan sedang memasuki yg katanya "minggu tenang" tapi bagiku sih ini malahan "minggu tak tenang".
Kok bisa? Iya, soalnya setelah masa minggu tenang habis, kami semua mahasiswa-mahasiswi Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro Semarang (angkatan 2010, 2011, 2012 kecuali 2013 yg sdh sistem blok) akan mengikuti yg namanya UAS (Ujian Akhir Semester).

Wednesday, August 28, 2013

Menyampaikan Pendapat Lewat Tulisan

Assalammu'alaikum :)

Hey, apakabar kalian? Mudah2an baik & selalu dlm lindungan Allah ya :) Aamiin

Hmm kali ini aku mau cerita sedikit ttg kebiasaanku menyampaikan pendapat lewat tulisan.
Entah kenapa aku lebih nyaman menyampaikan pendapat lewat tulisan, dibandingkan secara lisan..
Mungkin kebiasaan dari SD juga sih, aku waktu SD kalo disuruh cerita secara lisan, apa yg ada di kepala tuh susah bgt untuk dikeluarin, mulut rasanya kaku utk berbicara. Giliran disuruh buat cerpen atau apapun lewat tulisan, yg perintahnya disuruh buat minimal 1 lembar buku tulis kecil, eh aku malah bisa berkali2 lipat dari itu. Dulu inget waktu SD, kata temenku, "Wah Sar, sekalian bikin buku aja hahaha". Yah, namanya anak kecil nggak terlalu pusing dg komentar seperti itu (itu kalo aku sih, mungkin sebagian anak kecil lain udah nangis kalo digituin).

Sunday, August 25, 2013

Yuk Berhijab Sekarang! Sebelum Dihijab dengan Kain Kafan...

Assalammu'alaikum bloggie :)

Wah, ini hari Minggu yaa :D hari ini aku lg nggak ada kegiatan nih.. Bagaimana dg mu?
Yaudah deh, daripada nggak ada kerjaan yuk blogging tulisan yg bermanfaat :)

Kalo kata bang Tere Liye, "Menulislah yg harus dibaca oleh semua orang, bukan menulis yg hanya mau dibaca orang."


Kemarin, waktu aku buka FB, nggga sengaja nemu gambar ini :

Monday, July 8, 2013

Ya, Ya Tapi Nanti, Ada Rencana Yang Lebih Baik

Assalammu'alaikum bloggie :)

Waaah nggak kerasa nih Ramadhan semakin dekat :D jadi deg-degan deh.. Wihihi xD *lebay amat yah*
Oh iya, kalian tahu kan kabarnya hari ini loh, Senin 8 Juli 2013 pengumuman hasil SBMPTN! Yah, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Ehm, pastinya adek2 kelas dan teman2 yg ikut SBMPTN deg2an bukan main kan nunggu hasil pengumumannya. Mungkin udah ada aja yg langsung standby depan laptop wkwkwkwkwk xD

Saturday, June 23, 2012

Memberi Yang Tulus

Hellooooo....
Baru kemarin gak blogging :D hari nih udah blogging lagi :*

Hari ini aku bener2 dapet nasihat berharga, yg mau aku bagiin sama blogger semua :D

***

Tadi, sekitar jam setengah 8, aku dapet broadcast dari papa ku, isinya bener2 menyentuh hati, dan kok kayaknya pas banget sama keadaan aku saat ini.

***

Seorang pria yg sudah tua hendak menaiki bus. Pada saat itu ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Lalu pintu tertutup, dan bus mulai bergerak, sehingga ia tdk bisa memungut sepatu yg terlepas tadi. Lalu si bapak tua itu dg tenang melepas sepatunya yg sebelah dan melemparkannya keluar jendela.


Thursday, June 21, 2012

Jalan Allah

Man Jadda Wajada
"Siapa yg bersungguh2 akan berhasil"

Satu hal yg harus kita sadari : utk meraih kesuksesan tidak perlu pintar, kaya, cantik/ganteng, melainkan butuh perjuangan keras + usaha + berdoa + tawakkal.

Salah satu faktor penentu kesuksesan itu juga "keberuntungan". Terkadang kita sudah berusaha keras + berdoa, namun hasilnya tdk sesuai dg keinginan.

Allah tdk memberi apa yg kita harapkan, tetapi Allah memberi apa yg kita perlukan, Allah tau mana yg terbaik utk kita.

Wednesday, June 20, 2012

Man Jadda Wajada

Hey bloggie. Sering denger gak kata2 kayak judul di atas? Sekarang kata2 ini udah mulai dikenal banyak orang loh :D Ada yg tau artinya? Yap, "Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil".

Sebenernya, aku agak baru sih denger kata2 itu. 
Tepatnya waktu baca novel "Negeri 5 Menara", aku langsung tertarik dg kata2 "Man Jadda Wajada".
Kata2 ini bener2 menjadi pemacu dalam hidupku.
Keberhasilan itu tidak diperoleh dg cara instan, tapi butuh perjuangan keras dan panjang.
Walaupun kita sering mengalami kegagalan, jatuh-bangun, tapi percayalah selalu ada jalan untuk menggapai cita2 kita.


26 Mei 2012
Sepulang dari ngambil pengumuman kelulusan UN, aku dikejutkan dg info kalau pengumuman SNMPTN jalur undangan dipercepat, yg awalnya tgl 28 Mei 2012 jadi 26 Mei 2012. Rasa penasaran, dag-dig-dug, takut, cemas, semuanya bercampur jadi satu. Mondar-mandir ngeliat jam ternyata masih pukul 16.00 WIB. Aku mutusin utk sholat Ashar dulu. Setelah sholat Ashar perasaanku sedikit tenang, namun pas ngeliat jam udah pukul 16.15 WIB, rasa cemas itu datang lagi. Aku bolak-balik ke dapur utk minum, kemudian balik lagi ke depan layar laptop. Gak kerasa udah pukul 17.00 WIB, ini saatnya ku buka website SNMPTN : http://www.undangan.snmptn.ac.id/ 
Pertama kita masukkan tgl lahir dan no pendaftaran. Kemudian aku menekan tombol "Lihat" sambil mengucap Bismillahirrahmanirrahiim!
 

Warna-Warni Kehidupan Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ways To Make Money Online | Surviving Infidelity by Blogger Templates