Sunday, March 11, 2018

Coass End Stage

Sudah 9 bulan istirahat dari ngeblog. Kalau diibaratkan janin, ini sudah aterm, sebentar lagi lahir hehe.

Mudah-mudahan blogspot nggak ikut-ikutan kena blokir ya :')

Oh iya, sebentar lagi (Insya Allah 3 bulanan lagi) selesai sudah dunia percoassan yang penuh dengan cerita dan kenangan ini. Rasa-rasanya bingung, mau mulai cerita dari mana. Mungkin kalau diceritakan dari awal masuk coass sampai nanti jadi dokter, nggak cukup disini. Bahkan bisa jadi novel yang lumayan tebal!

Ternyata begini rasanya jadi coass end stage. Semangat mulai turun dan rasa jenuh kerap menghampiri. Kadang takut dan deg-degan membayangkan bagaimana nanti saat UKMPPD (singkatan dari Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter, semacam ujian nasional untuk calon dokter se-Indonesia) terlebih lagi bingung setelah lulus dokter dan selesai internship (internship = semacam praktik magang di RS dan Puskesmas, namun masih di bawah supervisi dan sudah mendapat gaji, program ini wajib sebagai syarat untuk mendapat STR yaitu Surat Tanda Registrasi agar bisa praktik) akan melanjutkan karir kemana.

Kalau kata murobbi kami, Bu A, "Sebenarnya banyak ladang kita berkarir sekaligus beramal di bidang kesehatan. Bahkan dokter itu kerja dimana pun Insya Allah bisa. Mau di desa, di antara desa-kota, ataupun di kota. Kalau bisa harus dipikirkan dan direncanakan mulai dari sekarang."

Nah, memikirkan dan merencanakannya itulah yang masih bingung. Padahal, sudah jalan stase ke-13, sisa 2 stase lagi! Kadang masih tidak percaya bisa sampai di titik ini. Padahal, jika mengingat-ingat masa preklinik (S1) dulu, rasanya ingin menyerah saja. Terutama di semester-semester awal, yang salah satu mata kuliahnya ingin membuat saya pindah jurusan!

Bismillah untuk tahap-tahap selanjutnya.. Mudah-mudahan Allah segera memberi petunjuk, kira-kira akan berkarir kemanakah diri ini~~ Aamiin..

Tuesday, May 23, 2017

Dengan Cara Yang Baik

Islam berasal dari kata "as-silmu" yang berarti perdamaian. Ya, Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian bukan permusuhan.

Sedangkan dakwah berasal dari kata "da'a-yad'u-da'watan" yang berarti mengajak atau menyeru.

Allah SWT berfirman:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ  وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ  ؕ  اِنَّ  رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
(QS. An-Nahl: 125)

Allah saja sudah menjelaskan untuk mengajak dengan cara yang baik, dengan pengajaran yang baik, dan dengan hikmah.

Jadi intinya, karena manusia itu beragam sifat dan karakternya, maka cara menasihatinya juga berbeda-beda. Jangan langsung menjudge dan menyalahkan. Karena Yang Maha Membolak-balikkan Hati adalah Allah dan Yang Maha Pemberi Hidayah juga Allah :")

#selfreminder

Friday, January 13, 2017

Random

Baik belum tentu membawa kebaikan. Nyaman juga belum tentu membawa kebaikan. Terkadang yang kelihatan tidak baik dan tidak nyamanlah yang justeru membawa kebaikan.

"Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(Q.S. Al-Baqarah: 216)

- Curahan hati dek coass yang terperangkap dalam zona nyaman -

 

Warna-Warni Kehidupan Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ways To Make Money Online | Surviving Infidelity by Blogger Templates